Senin, 14 November 2011

Diamnya Rosululloh SAW.

Siang itu seperti biasanya terik matahari menghiasi kota Mekkah. Di sudut pasar diantara orang-2 yg berlalu lalang, nampaklah seorang perempuan yahudi yg lanjut usia dan buta matanya duduk di sudut bangunan kumuh. Di tengadahkan tangannya seraya memohon belas kasihan pada orang-2 yg lewat. Sedari pagi dia belum makan,hingga suaranya terdengar gemetar menahankan lapar. Tidak berapa lama seorang laki-2 muda yg elok parasnya datang menghampirinya.

Sambil menyapa pengemis itu, dibukanya bungkusan makanan yg dibawanya dari rumah. Lantas di suapinya pengemis tua itu perlahan-lahan penuh kelembutan. Tutur kata dan kelembutan sikapnya ini membuat pengemis itu tidak segan untuk bertanya kepadanya;

" Wahai anak muda, darimanakah asalmu?"

" Saya tinggal disekitar sini saja Nek.""Oh, alangkah mulianya hatimu nak. Engkau suapi aku tiap hari,engkau hibur aku dengan tutur bahasamu yg halus.

Ah.., seandainya saja khalifah Muhammad yg memimpin negeri ini berbudi pekerti seperti dirimu, pastilah tidak akan

terlantar nasib orang-2 spt aku ini. Sungguh,khalifah Muhammad itu hanya mementingkan dirinya dan golongannya

saja..!"

Mendengar caci maki pengemis itu, laki-2 tsb hanya tersenyum dan meminta pengemis itu bersabar.

Tiap hari laki-2 muda itu selalu datang dan menyuapinya, dan tiap hari pula dia selalu didengarnya caci maki pengemis itu.

Hari demi hari berlalu..tahun demi tahun berganti, pengemis itu tak lagi ditemui laki-2 yg selalu menyuapi dan menghiburnya. Kerinduannya sangat dalam untuk bertemu dengannya,dan mendengar tutur katanya yg sangat lembut dan menyejukkan hati.

Sampailah pada suatu hari, datang laki-2 lain yg berniat ingin menyuapi pengemis itu. Setelah beberapa hari dilaluinya, bertanyalah pengemis tua itu;

"Wahai anak muda, siapakah namamu ? Kenapa kamu mau menyuapi aku tiap hari?"

"Saya Abu Bakar, aku di utus seseorang untuk menyuapi anda setiap hari."

"Oh, pastilah laki-2 yg lemah lembut tutur bahasanya itu yg menyuruhmu. Sungguh, seandainya pimpinan negeri ini

punya ahlaq seperti dia, maka makmurlah negeri ini. Siapa nama temanmu itu dan dimanakah dia sekarang ?"

"Nama beliau Muhammad bin Abdullah. Beliaulah yg memperkenalkan agama Islam pada kami.Dan beliaulah Khalifah yg selama ini anda caci maki. Dan sekarang beliau telah wafat nek.."

" Ohh..,alangkah terkutuknya aku ini.., betapa bodohnya aku ini..!!aku caci maki orang yg selalu berbuat baik dan mulia kepadaku..!! Saksikanlah olehmu hai Abu Bakar, mulai saat ini aku masuk ke dalam agama Muhammad

yaitu agama Islam."

Setelah di ucapkannya dua kalimah Syahadat dgn bimbingan Sayidina Abu Bakar...,perempuan tua itu menghembuskan nafas terakhir. Rupanya kerinduannya yg sangat dalam, mampu mempertemukannya dengan Baginda Rosul SAW.

Semoga secuil tulisan ini mampu membuka mata selebar-lebarnya.



Di kisahkan Oleh:

Cak Gembik (Wong Njadab)


Mengapa Alloh SWT menjadikan mahluk-Nya serba berpasangan ?

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ " Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

( Surat Yasin; 36 )

* Inti dari ayat tersebut maknanya bersumber pada kata berpasang pasangan, Yaitu segala ciptaan Alloh selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Yang keberadaannya diletakkan pada 3 bagian, antara lain :

1. Segala sesuatu yang tumbuh di bumi, baik itu yang hidup atau yang mati, yang besar maupun yang kecil.
2. Segala sesuatu yang ada pada diri sendiri, baik itu yang ada didalam tubuh ataupun diluar tubuh.
3. Segala sesuatu yang belum diketahui, baik itu yang ditampakkan atau yang disembunyikan.

* Adanya makna ber-pasang pasangan itu merupakan TAHAP AWAL di dalam KUN FAYAKUN ALLOH ketika ingin membuat suatu ciptaan. Yaitu TAHAP PERENCANAAN ALLOH.

* “PASANGAN” yang dimaksud disitu adalah pasangan antara KEBAIKAN dan KEJELEKAN atau bisa dimaknai pasangan antara KEMANFAATAN dan KEMUDZOROTAN. Dan inilah pertama kali bentuk “PASANGAN” yang digagas oleh Alloh untuk diletakkan di setiap CIPTAAN NYA yang bakal di sebar di alam semesta ini. Sehingga nanti di setiap CIPTAAN baik yang besar ataupun yang terkecil akan mempunyai kandungan MANFAAT dan MUDZOROT.

* Tujuan Alloh memasukkan pasangan BAIK dan BURUK atau MANFAAT dan MUDZOROT disetiap ciptaan NYA tersebut semata-mata hanya ingin menguji kekuatan pengaruhnya antara yang baik dan yang buruk di dalam komunitas kehidupan yng bakal digelar di alam semesta ini. Sehingga dari perbandingan kekuatan pengaruhnya antara yang baik dan yang buruk tersebut dapat diketahui PERBEDAANNYA.





* Sebelum terjadi adanya sebuah ciptaan satupun, kedudukan Dzat Alloh yang Esa dan berdiri sendiri tersebut ternyata wujud Dzat NYA yang Suci itu berupa Nuur (CAHAYA), yaitu yang disebut Nuur ILLAHI atau Nuurulloh. Dasar Nuur inilah dengan melalui kekuasaan dan kehendak Nya kemudian di ambil sedikit untuk dijadikan bahan dasar membuat ciptaan-ciptaan. Dimana Nuur tersebut dipecah menjadi 2 bagian, yaitu :

1. Nuur pecahan yang pertama dinamakan dengan Nuur KEBAIKAN
2. Nuur pecahan yang kedua dinamakan dengan Nuur KEJELEKAN



* Jadi kedua Nuur inilah yang nanti dijadikan bahan dasar segala ciptaan yang ada di jagat raya ini dan sekaligus sebagai sebuah PASANGAN pertama yang dihadirkan oleh Allah SWT.

* Kedua Nuur ini memiliki cirri-ciri yang bertolak belakang antara yang satu dengan yang lainnya, yaitu :



A) Untuk Nuur KEBAIKAN memiliki ciri-ciri :

1. Kekuatan Nur Nya sangat terang, damai dan masih suci.
2. Didalamnya telah diberi kekuatan Ilmu-ilmu Alloh yang tinggi dengan melalui kekuatan Asmaul Husna Nya AL-ALIM.
3. Didalamnya telah diberi kekuatan kemanfaatan yang benar dengan melalui kekuatan Asmaul Husna Nya AN-NAFI.



B) Untuk Nuur KEJELEKAN memiliki cirri-ciri :

1. Kekuatan Nur Nya sudah dirubah oleh Allah menjadi NAAR (API) yang panas membara hingga mampu menghancurkan siapa saja yang mendekatinya.
2. Didalamnya hanya diberi kekuatan Ilmu-ilmu Allah sangat kecil sekali.
3. Didalamnya juga hanya diberi kekuatan kemanfaatan yang sangat kecil, sehingga hampir yang tampak hanyalah kemudzorotan semata.



Nah nanti apapun bentuk ciptaan Allah apabila mampu memancarkan KEBAIKAN-KEBAIKAN maka ciptaan tersebut akan mempunyai kekuatan pancaran jati diri AURA nya yang bersinar terang, mnyejukkan, damai bagi sekitarnya dengan nuansa ketinggian Ilmu-ilmu Allah dan penuh dengan kemanfaatan yang besar, seperti cirri-cirinya NUR KEBAIKAN.

Sehingga bisa diumpamakan kalau manusia dimuka bumi ini apabila ingin menjadi INSAN YANG BERCAHAYA dan penuh dengan ketinggian Ilmu-ilmu Allah serta manfaat bagi yang lainnya maka jadilah INSAN yang selalu berjalan dengan KEBAIKAN-KEBAIKAN AKHLAQ (Insan yang KHASANAH) bagaikan KUNANG-KUNANG yang mampu bersinar terang walaupun dirinya berada dikegelapan malam



Begitu pula apabila manusia selalu melakukan KEJELEKAN-KEJELEKAN maka jati dirinya tidak ada sedikitpun pancaran cahaya di wajahnya, sehingga yang tampak adalah wajah yang suram,sangar, dan beringas tanpa ada kewibawaan, tanpa ada ilmu-ilmu yang tinggi dan tanpa ada kemanfaatan sedikitpun bagi sekitarnya, seperti cirri-ciri dari Nuur KEJELEKAN.



* Pasangan kedua Nuur inilah yang nanti akan dinilai pengaruhnya oleh Alloh pada setiap gerak-gerik makhluknya yang ada di alam semesta.

* Seluruh makhluk ciptaan Allah ini dikatakan berasal dari NUR yaitu Nuurulloh itu dasar hukumnya telah di kuatkan oleh Alloh sendiri. Ketika Nabi Musa AS yang ingin bertemu langsung dengan Dzat Allah. Disitu Allah menampakkan Nuur (Cahaya) yang sangat terang dihadapan nabi Musa AS namun kemudian dirinya tidak kuat dan jatuh pingsan.

Dari sedikit cerita di atas maknanya teguran kepada Nabi Musa AS oleh Alloh dengan ber-kalam “Wahai Musa, kamu tidak akan kuat memandang langsung Dzat-Ku yang suci ini secara langsung”.



* Dari peristiwa diatas dapat diambil setitik makna bahwasanya Alloh telah menampakkan Dzat-Nya yang suci dalam wujud Nuur. Walaupun banyak yang meragukan kalau Nuur tesebut benar-benar adalah wujud Dzat Allah. Tetapi bagi kami peristiwa tersebut adalah mutlak kehendak Allah semata dan siapapun tidak berhak menghukumi antara benar dan bukan,,,!!!!

Disitu kalau benar itu adalah Nuur ALLOH yang sesungguhnya, kira-kira apa yang salah bagi Alloh..??. sungguh, yang penting kenyataan yang ada adalah itulah Allah yang menampakkan Dzat-Nya kepada Nabi Musa dalam wujud Nuur, apalagi di dalam Asmaul Husna Nya pun Allah mempunyai sebutan AN-NUR. Jadi tidak perlu diragukan lagi hal tersebut…!!.

* Dengan wujud Nuur inilah yang menjadikan alasan kuat kalau semua ciptaan Allah itu bahan dasarnya dari NUURULLOH…!!

* Ciptaan pertama dari bahan dasar Nuur KEJELEKAN wujudnya yaitu API (NAAR). Dan dari Api inilah seluruh benih-benih kejelekan yang ada di alam semesta nanti berasal darinya. Makanya sifat-sifat API dan sifat-sifat JELEK itu karakternya tidak jauh berbeda yaitu PANAS, menghancurkan segala-galanya dan mudzorot semata.

* Di sisi lain ada kalanya API atau KEJELEKAN bisa berbalik menjadi BAIK dan MANFAAT, yaitu dengan cara disentuh sekuat mungkin dengan AL-ALIM dan AN-NAFI seperti yang dimiliki oleh Nuur KEBAIKAN. Yang maknanya disentuh dengan kekuatan ILMU-ILMU ALLAH yang tinggi dan kemanfaatan yang besar. Sehingga API ini akan menjadi API yang berilmu dan bermanfaat. Nah, api yang berilmu dan bermanfaat misalnya dalam kehidupan manusia :

* Api kompor, yang manfaatnya sangat besar.
* Api lilin, sebagai penerang dikegelapan, dsb.



Jadi kalau ada API /sesuatu KEJELEKAN disentuh dengan ILMU-ILMU ALLOH pasti akan berubah menjadi API yang MANFAAT. Gambaran tersebut bisa dimaknai kalau sebuah KEJELEKAN apabila disentuh dengan nuansa ILMU ALLAH melalui ritual pertaubatan maka akan berbalik menjadi hamba Alloh yang ahli TAUBATAN NASUCHA.



* Nah kalau semua ciptaan ini berasal dari bahan dasar Nuur maka bagi Alloh untuk membinasakan seluruh ciptaan Nya ketika Kiamat tiba nanti, sama sekali tidak ada kesulitan. Cukup hanya dengan mematikan saklar pusatnya saja maka Nuur tersebut langsung mati dan seketika itu pula lenyaplah seluruh yang ada di alam semesta ini.

Coba kalau kita amati ketika BOM ATOM itu meledak, hampir yang tampak dari ledakan tersebut adalah CAHAYA yang sangat kuat. Kemudian setelah cahaya tersebut lenyap maka seketika itu pula hancur dan rata semuanya dalam waktu yang sangat singkat pula. Begitu pula dengan KIAMAT nanti, hanya dengan sesingkat saja maka seluruhnya hancur rata tanpa tersisa.



* Proses penciptaan makhluk dari bahan dasar NUURULLOH / NUUR ILLAHI ini diolah dan dirancang dalam pabrik Alloh yang ada di alam Sidrothil Munthoha yaitu yang disebut PABRIK KUN FAYAKUN ALLOH.

Dari bahan dasar Nuur KEBAIKAN (Nuur Muhammad) akan di olah menjadi berbagai bentuk ciptaan yang wujudnya nanti selalu mengandung kekuatan benih-benih KEBAIKAN. Sedangkan dari bahan dasar NUR KEJELEKAN (API) akan diolah menjadi berbagai bentuk ciptaan yang wujudnya nanti selalu mengandung kekuatan benih-benih KEJELEKAN.

Baik nanti wujud ciptaannya berupa benda hidup / mati, nyata / ghoib, besar / kecil, dsb.



* Dari dalam unsur KEBAIKAN yang berpasangan dengan KEJELEKAN itu masing-masing juga mempunyai pasangan-pasangan dan dari pasangan-pasangan tersebut ukurannya sampai terkecil dan tidak pernah kita ketahui batas akhirnya. Hal tersebut dasar hukumnya juga dikuatkan oleh Allah didalam firmannya Surat Al-Zalzalah Ayat 7 s.d 8 yang disebutkan kalau KEBAIKAN / KEJELEKAN itu ukurannya sampai sebuah biji Dzaroh (biji atom). Dan didalam sebesar biji Dzaroh itu pun masih terus terjadi pasangan-pasangan yang tidak tau batas akhirnya.

* Beberapa contoh pasangan-pasangan antara Kebaikan dan Kejelekan yang diletakkan di 3 bagian seperti yang telah disebutkan diatas tadi, yaitu :

1. Yang tumbuh dibumi (di dalam Al-Qur’an sering disebutkan) :
1. Pasangan antara gelap dan terang
2. Pasangan antara siang dan malam
3. Pasangan antara langit dan bumi
4. Pasangan antara bulan dan matahari
5. Pasangan antara panas dan dingin
6. Pasangan antara ramai dan sepi
7. Pasangan antara subur dan gersang

1. Yang ada di dalam diri (di dalam Al-Qur’an sering disebut juga) :
1. Pasangan antara laki-laki dan perempuan
2. Pasangan antara anak dan orang tua
3. Pasangan antara senang dan susah
4. Pasangan antara lapar dan kenyang
5. Pasangan antara tampan dan buruk
6. Pasangan antara santun dan jahat
7. Pasangan antara pandai dan bodoh
8. Pasangan antara sholeh dan angkara murka

1. Yang tidak kita ketahui :
1. Pasangan antara hidup dan mati
2. Pasangan antara dzohir dan batin
3. Pasangan antara pahala dan dosa
4. Pasangan antara surga dan neraka
5. Pasangan antara benar dan salah
6. Pasangan antara besar dan kecil
7. Pasangan antara lama dan baru
8. Pasangan antara awal dan akhir



* Nah kalau ingin mengetahui diantara pasangan-pasangan yang ada diatas tersebut antara yang baik dan yang jelek maka hanya bisa dilihat dengan kaca mata mana yang lebih banyak manfaatnya atau mudzorotnya. Kalau banyak manfaatnya berarti itulah yang baik tetapi kalau banyak mudzorotnya berarti itulah yang jelek.



* Dan diantara pasangan-pasangan tadi masing-masing juga memiliki pasangan dan terus terpecah hingga sampai pasangan yang terkecil sekali. Misalnya pasangan antara PAHALA dan DOSA, disitu didalam PAHALA juga ada pasangan, yaitu seperti pasangan antara IMAN dan SHOLEH (Amanuu wa Amilus), SABAR dan SHOLAT (Sobri wa Sholah), SHOLAWAT dan ZAKAT (Washolah wa Zakata), dsb. Pasangan-pasangan tersebut masuk dalam kerangka Nuur KEBAIKAN. Jadi didalam kerangka kebaikan, pasangan yang ada didalamnya hanya mengandung kekuatan kebaikan saja. Begitu pula sebaliknya dengan KEJELEKAN, didalam kerangka pasangannya pun hanya mengandung kekuatan kejelekan-kejelekan saja, hingga berlanjut terus sampai pasangan yang terkecil.



Semoga sedikit tulisan ini bisa menambah perbendaharaan pengetahuan kita terhadap ilmu-2 Alloh SWT, yang mampu mempertemukan benang merah antara ayat-2 NYA yg tersurat dan yg tersirat. Amin Allohumma Amin.



Ditulis oleh:



Cak Gembik (Wong Njadab)


Ternodanya salam oleh umat Islam sendiri.

Sering dalam lingkungan sekitar kita, ada orang yang beragama lain bisa mengucapkan salam " Assalamu'allaikum..".

Yang jelas-jelas haram hukumnya bagi kita untuk menjawabnya. Tapi kenapa hal seperti itu kelihatannya 'lumrah'

bagi kita sebagai umat Islam. Hal ini yang saya maknai bahwa salam kita tsb telah tercemar. Bukan karena lantaran orang-orang non muslim, yang piawai menirukan salam kita. Tapi ini disebabkan kesalahan kita sendiri sebagai umat Baginda Rosul Muhammad SAW, yang tidak pandai menjaga nilai-nilai kesakralan salam kita.

Bagaimana hal ini bisa terjadi tanpa kita menyadarinya ? Mari sedikit kita kaji tentang makna salam di hadapan Alloh SWT dan di hadapan Mahluk-Nya.



Salah satu sabda Baginda Rosul itu adalah tebarkanlah salam. Makna tebarkanlah salam menurut versi orang awam, adalah :

1. Kata sapaan

2. Silaturrahmi



Itu semua masih berupa wacana. Sedangkan tebarkanlah salam menurut maknanya itu dulunya ketika ALLOH ini menjadi sosok AL-KHOLIQ, DZAT Alloh ini sebagai sosok pencipta alam semesta, sebelum menjadi sosok sesembahan itu masih berupa al-kholiq, tapi setelah Alloh menciptakan alam semesta dan seisinya ini Alloh memperkenalkan Dzat-NYA, Ketauhidan NYA, salah satu yang diperkenalkan adalah AS-SALAM. Dzat yang memberikan keselamatan. Sehingga Baginda Rosul berpesan kepada umatnya TEBARKANLAH SALAM itu maknanya tebarkanlah ASMAUL HUSNA ALLOH AS-SALAM, makna asmaul husna Alloh itu bahwa Alloh itu Dzat yang MAHA PENYELAMAT jadi tebarkanlah, perkenalkanlah Alloh sebagai Dzat yang maha penyelamat kepada semua yang ada dibumi ini.Bagi siapa yang belummengenal Alloh maka kenalkanlah dia bahwa Alloh itu maha penyelamat AS-SALAM,



1. Makna tebarkanlah salam itu adalah kita wajib memperkenalkan Alloh sebagai Dzat yang maha penyelamat kepada apa yang ada di alam semesta ini yang kita temui



2. Tebarkanlah salam ini maknanya sama seperti kita memperkenalkan, mengagungkan, memuliakan ilmu-ilmu Alloh yang kita miliki dan yang telah kita dapat, entah itu ilmu sebesar biji pasir atau sepenggal satu ayat ini wajib kita kenalkan, kita amalkan, kita tebarkan untuk kemaslahatan. Tebarkanlah ilmu-ilmu Alloh disini maksudnya adalah ilmu yang baik ilmu apapun yang mempunyai kemanfaatan, kemaslahatan ini kanalkan kepada semua.



3. Yang terakhir makna dari tebarkanlah salam adalah tebarkanlah keselamatan maknanya saling memberikan selamat dan saling menyelamatkan, saling rukun, merohmati yaitu makna ROHMATAN LIL ALAMIN yaitu memberikan keselamatan, saling meghargai orang lain, saling menjaga silaturrahim

disini setelah kita menebarkan salam makna dari salam sendiri itu yang diperkenalkan oleh Allah rosululloh yang di NAS sebagai ketetapan-ketetapan, makna salam itu ada 5 macam, ini menempati posisi masing-masing, makna salam ini harus dijaga kesakralannya tingkatan yang paling tinggi diantara 5 macam makna salam ini yaitu salamnya ketika Allah mengucapkan salam kepada baginda Rosul ketika melakukan Isro’ Mi’roj sewaktu bertemu di Sidrotul Muntoha.



Salam yang pertama yang ditunjukkan oleh Alloh yaitu ASSALAMU’ALAIKA AYYUHANNABIYYU WAROHMAH WABAROKAH keselamat KU berikan kepada NABI KESAYANGAN KU ROSUL KESAYANGAN KU yaitu Rosululloh SAW, yang merohmai seluruh jiwa panjenengan HAI NABI KU dan KU berikan BAROKAH segala tingkah pola hidup panjenengan wahai NABI KU, dan ini disakralkan dan tidak ada yang punya kecuali ALLOH. Ucapan salam ini HAK mutlak milik ALLOH semata.



Salam yang kedua ini juga harus disakralkan yaitu salamnya baginda ROSUL kepada UMAT nya yang mempunyai kriteria SHOLEH SHOLEHA, untuk mempunyai kriteria sholeh dan sholeha ini tidak mudah, Karena apabila ingin memperoleh gelar ini umat Rosululloh harus mempunyai tahan uji dan tahan banting dimanapun dia ditempatkan kekhusyu’annya, kesholehannya terjaga dan orang-orang inilah yang merupakan orang PILIHAN dan orang ini mempunyai cirri-ciri kewalian dalam kehidupan ini, seperti sosok para Anbiya’ lainnya, sahabat, wali-wali, suhada’, dll. Inilah yang memiliki kategori salam dari Kanjeng Rosul ASSALAMU’ALAINA WA’ALA IBADILLAHISSOLIHIN keselamatan atas diri ku yang diberikan ALLOH kepada orang yang diberikan derajad sholeha. Hamba dan umat yang sholihin, jadi dua salam ini disakralkan oleh ALLOH dan ROSULULLOH sangking tingginya kedudukan dua salam ini sampai diletakkan oleh Alloh didalam ritualitas SHOLAT ini akan terjaga ketinggian dan kesakralan dua salam ini. Kedudukan baginda rosul dihadapan Alloh itu tetap terjaga kesuciannya, begitu pula kedudukan bagi umat-umat yang sholihin, antara Rosululloh dan umat-umat yang sholihin ini keduanya mendapatkan salam dari ALLOH SWT.



Sekarang bagaimana untuk meraih kesholihihan itu :

1. Harus mempunyai ciri hamba yang MUKMIN, percaya dan IMAN kepada ALLOH

2. Harus mempunyai ciri hamba yang MUSLIM,meyakini ketauhidan ALLOH

3. Harus bisa menjadi hamba yang MUKSIN, menjadi hamba yang selalu BAIK akhlaknya

4. Harus bisa menjadi hamba yang MUKHLIS, menjadi hamba yang IKHLAS

5. Harus bisa menjadi hamba yang MUTTAQIN, yaitu hamba yang BERTAQWA



Apabila kita bisa mencapai 5 kriteria di atas maka kita baru bisa mendapatkan SALAM dari ALLOH dan ROSULULLOH yaitu ASSALAMU’ALAINA WA’ALA IBADILLAHISSOLIHIN



Salam yang ketiga yaitu salamnya ALLOH, ROSULULLOH dan seluruh hamba yang mempunyai gelar SHOLIKIN itu.

Salam kepada MALAIKAT ALLOH yang terdapat dalam Q.S AL-QHODAR yang disitu terdapat makna “Selamat kepada para Malaikat yang turun ke bumi yaitu sampai menjelang waktu Fajar.” , jadi salam yang diberikan malaikat ini tidak sembarangan, SALAMUNHIYA HATTA MATLA’IL FAJR ini salam yang diberikan oleh ALLOH ROSULULLOH dan juga orang-orang SHOLIKIN kepada malaikat ALLOH dan ini masih sakral dan suci keberadaannya.



Salam yang keempat, salam yang ada dalam surat YASIN yaitu SALAMUN KHOULAMMIRROBBIRROHIM, Salam ini ditujukan kepada seluruh alam semesta yang ada di jagat raya ini, entah itu kepada pepohonan, air,batu, gunung, laut, sungai,dll. Makanya kita dituntut untuk tebarkanlah salam kepada alam semesta ini. Pesannya jagalah keseimbangan alam yaitu rohmatan lil alamin.





Dari keempat salam ini kesakralannya masih utuh dan belum ternoda sama sekali, namun ironisnya yaitu salam yang kelima.

Salam yang kelima, salam yang diperuntukkan bagi seluruh umat Rosululloh, hak milik umat Rosululloh yaitu ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH. salam ini mutlak dijadikan hak milik umat Rosululloh.

Yang menjadi pertanyaan apakah salam tadi masih sakral sampai saat ini??. Jawabannya ironis sekali..!!

Salam yang kelima ini sudah hilang kesakalannya,terbukti dari orang-orang non muslim, orang-orang nasrani, orang-orang yahudi mereka juga bisa menggunakan ucapan ASSALAMU’ALAIKUM Wr.Wb. inilah ironisnya umat Rosululloh yang dijadikan UMMATAN WAKHIDAH oleh beginda Rosul yaitu umat yang lebih mulia dari pada umat-umat sebelumnya ketika diakhir jaman seperti sekarang ini sudah tidak bisa menjaga kesakralan SALAM. Jadi jangan heran apabila Rosululloh menggambarkan umat akhir jaman ini seperti BUIH DI LAUTAN karena tidak bisa mensakralkan salam tadi. Ini karena kesalahan kita sendiri sebab sering mempermainkan kesakralan salam.



Salam ini ada tiga tingkatan yang menurut Alloh dan Baginda Rosul SAW :



1. Salam yang digunakan oleh orang-orang awam

Salam orang awam inilah yang banyak menodai kesakralan salam, karena mereka tidak mengerti apa itu makna salam, sehingga mereka mempermainkan salam. Salam yang di punyai oleh orang awam adalah salam yang hanya sebatas bibir atau hanya sekedar ucapan. Sewaktu mengucapkan salam yang maknanya sebagai do’a tetapi setelah dibelakangnya orang itu menghianati, dan mencelakai. Dan orang-orang seperti inilah yang tidak akan mungkin mendapatkan gelar SHOLIKIN dari Rosululloh.



2. Salam yang digunakan oleh orang khusus

Yaitu salam dari makna Salaman dan juga berjabat tangan maknanya memberikan pertolongan, disini maksudnya mengucapkan salam sekaligus berjabat tangan memberikan pertolongan, memberikan sedekah, menerima kelebihan dan kekurangan mereka, dan umat akhir jaman seperti sekarang ini sulit menemukan orang khusus seperti itu. Dan tidak jarang makna salaman ini banyak yang digunakan sebagai senda gurau, bahan lecehan, bahan mainan. Salaman bagi orang khusus ini sebaiknya salaman yang mempunyai bekas dalam kata lain hendaknya bersalaman dengan orang yang berada dibawah kita dan kita memberikan pertolongan kepada mereka.



3. Salam yang digunakan oleh orang khusus bil khusus

Yaitu salamnya setelah mengucapkan salam lalu menjabat tangan lalu tangan itu langsung dicium, maknanya sungkem. yaitu hormat setinggi-tingginya, dan tawadu’ kepada orang tersebut terlebih lagi kepada orang yang tidak mampu atau fuqoro’ masakin. Dari situ kita baru bisa disebut sebagai orang khusus bil khusus karena tingkat ketawwadu'an kita kepada sesama.



Semoga sedikit kajian ini bisa menambah wawasan kita tentang apa dan bagaimana makna serta manfaat salam bagi kita selaku umat muslim. Wattaufiq wal hidayah, wa ridhlo wal innayah. Wassalamu'allaikum Warrohmatullohi wabbarrokatuh.